Saturday, December 28, 2013

FOR 2014 ! Get them on your Movies Lists

0 comments

Rio 2


How To Train Your Dragon 2
Frozen
Cloudy with A Chance of Meatballs 2
The Nut Job

Google Zeitgeist | Here's to 2013

0 comments



Things End But Memories last Forever , Happy New Year!!

YouTube Rewind: What Does 2013 Say?

0 comments


Have do something in 2013 ? well hey just make sure make it better, something big for 2014 !! ^^

Friday, December 20, 2013

Let yourself to be The Winner

0 comments
"Pemenang itu adalah seseorang yang mempunyai cita-cita"

[The Winner is ...]

PART IV . ENCOURAGE PEOPLE






Encourage people
Hidup itu untuk melayani, memberi , dan mengasihi.  Kita diberi untuk memberi kembali. Kita akan mendapatkan banyak hal untuk diberikan kembali kepada sekitar kita. Tidak ada gunanya jika kita merasa bahagia jika sekitar kita tidak merasakan apa-apa atau bahkan sedang sedih. Jadi hiduplah untuk berbagi , kelebihan yang kita dapat adalah untuk dibagikan bukan untuk dipamerkan. Kita hidup bersama , dengan saling memberi semangat satu sama lain maka kesuksesan hidup bersama akan semakin indah untuk diraih

 


Let yourself to be The Winner

0 comments
"Pemenang itu adalah seseorang yang mempunyai cita-cita"

[The Winner is ...]

PART III . CONTINUOUS IMPROVEMENT

Setiap waktu itu berbeda , maka akan selalu terjadi perubahan.Yang kita lewati , akan menjadi pelajaran, yang kita jalani akan menjadi sebuah kesempatan, dan yang akan kita hadapi adalah sebuah perjanjian. Pelajaran dari masa yang sudah lalu adalah yang terbaik, contohnya adalah pengalaman. Orang yang cerdas adalah orang yang tidak mengulangi kesalahan yang sama . Artinya kita harus berubah, berubah untuk menjadi lebih baik, itulah belajar. Adanya satu tingkatan menuju fase yang lebih baik adalah ciri-ciri pemenang. Yang bertahan lama tidak akan didapatkan dengan instan. Dengan kerja keras, hemat, tulus , tanggung jawablah yang memberikan kita jalan lurus menuju sang Pemenang.
 

Let yourself to be The Winner

0 comments
"Pemenang itu adalah seseorang yang mempunyai cita-cita"

[The Winner is ...]

PART V. BE HAPPY

 

Tersenyum. Apapun yang terjadi tetaplah tersenyum . Karena dengan berpikir positif kita akan mendapat positif juga. Walaupun sedang dilanda masalah dan apapun yang membuat kita ingin berhenti dan menyerah, secepatnya tersenyum , walaupun awalnya akan sulit namun senyum akan membawa kita lebih rileks dan berpikir jernih. Semua orang akan bahagia jika melihat banyak senyuman disekitarnya. Jadi tersenyumlah .

 

Thursday, December 19, 2013

Let yourself to be The Winner

0 comments
"Pemenang itu adalah seseorang yang mempunyai cita-cita"

[The Winner is ...] 

Part. II Never Complain, Never Give Up

Kita ada didunia ini adalah bukan pilihan melainkan pembuktian dan sebuah tugas. Seperti banyak orang bilang hidup itu pilihan , tapi lebih penting saat kita memilih apa yang kita akan lakukan  untuk kehidupan yang singkat ini. Saat – saat itulah kita akan mendapatkan banyak hal untuk diberikan kembali kepada sekitar kita. Kita memilih apa yang akan dilakukan dan apa yang akan kita tuju.  Bayangkan jika kita tidak mempunyai tujuan dalam kehidupan , tentu kehidupan yang dianugerahi kita ini akan sia-sia. Kadang walaupun kita sudah memantapkan tujuan , rintangan pun sering menghadang . Jika memang kita sudah kuat dengan keputusan terhadap tujuan yang kita ingin raih maka kita pasti akan kuat dalam menghadapi segala cobaan. Kuncinya juga sabar, memang agak susah namun jika dijalani dengan ikhlas , akan membuatnya lebih mudah. Dengan tidak biasa maka kita tidak akan mudah menyerah. Mengeluh akan mensugesti kita untuk terus merasa down, membuat kita tidak bias berpikir luas dan hanya terus merasa segalanya sulit dan akhirnya kita memutuskan untuk menyerah. Dengan kita berpikir positif terhadap segala halnya maka hal positif juga akan datang ke kita. Jadi teman-teman tetaplah semangat untuk menjadi pemenang yang tidak kalah dengan cita-citanya serta setia dan yakin pada cita-citanya.

Saturday, December 7, 2013

Let yourself to be The Winner

0 comments
"Pemenang itu adalah seseorang yang mempunyai cita-cita"

[The Winner is ...] 

Part. I Close to God

Hidup itu hanya sekali . Bahwa ketika kita lahir kedunia ini adalah suatu anugerah yang harus kita pertanggung jawabkan. Kita ada didunia ini adalah bukan pilihan melainkan pembuktian dan sebuah tugas . Pembuktian untuk diri kita akan kembali ke asalnya dengan keadaan yang bersih saat kita didatangkan ke dunia ini dan sebuah tugas untuk mempertanggung jawabkan itu serta dengan melakukan kebaikan selama kita ada.  
Hidup bukan hanya sekedar “ hidup “. Akankah lebih “hidup” saat kita mempunyai tujuan. Tujuan yang ingin kita kejar dan capai? . Seperti banyak orang bilang hidup itu pilihan , tapi lebih penting saat kita memilih apa yang kita akan lakukan  untuk kehidupan yang singkat ini. Anugerah hidup yang kita jalani ini bukan untuk sesuatu yang sia-sia, melainkan untuk bekal kita untuk sesuatu yang kekal. Semua ini berasal dari Yang Maha Esa. Apapun pilihan kita , apapun tujuan kita , apapun yang kita putuskan ,  alangkah baiknya semuanya adalah untuk-Nya. Karena pada dasarnya kita ada untuk-Nya dan kembali untuk-Nya.
 Kita sudah mempunyai tujuan dan kita dalam perjalanan untuk mencapi tujuan tersebut. Tentu saja setiap jalan yang kita pilih dan kita jalani akan mengalami berbagai situasi . Dan yang terjadi pun tidak bisa kita hindari ataupun kita sesali, kuncinya adalah hadapi dan menangkan apapun yang menimpa kita . Kita kuat , kita yakin akan Tuhan , adalah sebuah senjata terkuat kita untuk bisa menjalani apapun. Karena hakikatnya segala apapun didunia datangnya dari Sang Pencipta . Tuhan memberikan kita cobaan pada hidup kita untuk suatu pembelajaran. Anggaplah setiap situasi yang kita hadapi adalah sebuah kertas kosong , apapun yang kita tulis di atasnya adalah sebuah pertanggung jawabkan. Hasilnya adalah kertas pembelajaran bagi kita dimana kita harus lebih baik dari sebelumnya. Yang menilai kita serahkan kepada Sang Pencipta Yang Maha Tahu.


Keyakinan kita kepada Tuhan adalah penentu arah tujuan kita , kemana kita akan melangkah dan kemudian sampai. Setiap langkah kita niatkan untuk beribadah untuk-Nya , maka kita akan sampai dimana sudah terencana oleh-Nya , dimana rencana itu lah yang sebaik-baiknya rencana , adalah tujuan sebaik-baiknya tujuan.

Wednesday, November 27, 2013

Kecemasan tidak selalu negatif

0 comments
Ada dua hasil yang kita dapatkan saat kita berada didepan penonton, dilupakan atau diolok-olok namun memberi kesan. Keputusan hasil tergantung dari keputusan kita menjadi seperti apa. Berada didepan orang-orang lain memang salah satu uji diri. Dan hal tersebut merupakan kesempatan. Kesempatan seperti hujan , mereka ada dimana-mana , tergantung persepsi kita , kita ambil atau biarkan kesempatan tersebut . Dan jelas, kesempatan tidak akan datang dalam keadaan yang sama untuk waktu yang berbeda. Berada didepan audience, berbicara didepan, memasarkan diri didepan orang banyak adalah kesempatan-kesempatan yang berada disekitar kita namun tidak semua orang ingin menjadi orang didepan , itulah persepsi, tidak ada yang benar ataupun salah. Menjadi orang didepan merupakan pilihan , kita ambil atau tidak , itu semua keputusan. Biasanya keputusan yang akan kita ambil dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran terhadap suatu hal. Takut, malu , kurang percaya diri , yang menjadi ketakutan kita, yang menjadi hal yang kita tidak ingin rasakan akan timbul saat kita menjadi presentator didepan.
Maka dari itu , dibagian ini kita akan membicarakan tentang bagaimana memasarkan diri , bagaimana menjadi presentator yang menuruti syarat-syarat. Ada beberapa tips yang kita bisa terapkan sebelum melakukan presentasi. Berikut adalah tips-tips nya :
1.       Atur Napas
Sebelum masuk ke panggung atau ruangan presentasi, tenangkan diri dengan mengatur napas. Tarik napas dan hembuskan perlahan, akan membuat diri kita tenang dan berikan beberapa motivasi pada diri kita agar lebih semangat.
2.       Berusaha wajar
Saat kita didepan, mata penonton akan menjadi target utama mereka, segala tingkah yang kita lakukan didepan akan menjadi komentar dari mereka. Jadi usahakan bersikap wajar, kita sudah menenangkan diri sebelumnya , jadi dengan ketenangan itu pula , mengkontrol diri untuk membatasi sikap-sikap yang tidak diperlukan sangat diperlukan didepan. Sikap yang tenang juga akan membantu kita dalam performa presentasi.
3.       Hindari membuat jarak dari penonton
Kita presentasi pasti ingin memberikan informasi kepada penonton dan pendengar, maka dari itu usahakan untuk membuat penonton adalah bagian dari apa yang kita lakukan , ajak mereka berpartisipasi agar info yang kita berikan bisa dapat ditanggapi.
4.       Senyum
Emosi bisa saja menjadi penghalang , namun saat didepan apapun yang kita rasakan , bukan menjadi alasan untuk tidak memberikan performa yang baik bagi penonton . Apapun yang menimpa kita , usahakan tersenyum . Dengan tersenyum , akan memberi respon positif bagi diri kita sendiri maupun yang melihat kita .
5.       Berdiri tegak
Orang akan memperhatikan didepan jika didepannya memiliki sikap sopan santun. Ketika didepan , sikap sopan dan rapi sangat diperlukan. Jika kita malah bermain-main , tidak serius dalam sikap presentasi maka penonton juga tidak akan punya keinginan untuk memperhatikan. Jadi sikap siap dan berdiri dengan semangat akan menopang performa kita.
6.       Tatap mata penonton
Penonton juga elemen dari presentasi kita , mereka bagian dari apa yang kita lakukan, mereka yang menerima apa yang kita berikan. Jadi berikan tatapan langsung ke mereka , dengan begitu informasi akan terjalin.
7.       Sadari menjadi pusat perhatian
Terakhir , bersikaplah menjadi orang yang memang didepan, fokus bahwa fokus ada pada kita. Tanggung jawab untuk memberikan informasi yang tepat dan baik harus kita resapi serta berikan sikap yang baik.


Hal hal diataslah yang akan menjadikan kita presentator yang bisa memberikan info yang baik. Ketika kita berbicara didepan dengan tidak sengaja akan menginspirasi orang yang mendengar kita. Ingat kecemasan tidak selalu negatif , kita bisa melatihnya menjadi hal yang positif dengan berpikir positif terhadap kecemasan itu sendiri.

Dream to Responsibility

0 comments
Berikan ruangan untuk pojok pemikiran ini, berikan pemikiran itu intensitas fokus yang cukup untuk hening dan diam. Akan masuk sebuah perintah untuk kita mencari jawaban “Apakah mimpimu ?” . Jawaban yang kita cari tak akan jauh , karena mimpi adalah apa yang menjadi motivasi bagi kita sendiri, yang ingin kita genggam dengan tangan kita sendiri, yang ingin kita buktikan untuk semua orang. Mimpi adalah tujuan , mimpi adalah titik-titik pencapaian untuk kita dengan suatu niat yang kuat. Mimpi bisa dmulai dengan angan-angan , mimpi juga membutuhkan pondasi untuk terus menopang  menuju ketercapaiannya. Kita bermimpi karena dari suatu keinginan , bisa dari faktor banyak hal . Dari segala apa yang kita alami juga akan mempengaruhi mimpi yang kita ingin capai.  Sebenarnya , apa tujuan impian ? Ayo kita diskusi bersama .
Sebelum kita bermimpi, ada pendorong kecil dari dasar untuk melakukan atau pun bertindak yang menjadi modal kita untuk bermimpi. Mimpi adalah nilai yang besar untuk kita sendiri. Tentu nilai besar itu akan menjadi suatu tanggung jawab , yang secara tidak sadar kita ambil dan kita jalani. Kita berimpi untuk sebuah tujuan , dan alasan untuk melakukan segala sesuatu adalah karena kita mempunyai tujuan yang kita anggap penting , yang kita rasa bahwa hal tersebut adalah jalan yang harus kita raih. Dari segala latar belakang yang menjadikan mimpi tersebut terbentuk , ada hal yang akan menjadi media untuk pencapaian dari mimpi tersebut , yaitu tanggungjawab. Tanggungjawab adalah jawaban dari rasa syukur kepada nikmat yang diberikan, nilai yang kita genggam untuk diwujudkan. Saat kita memegang teguh suatu tanggungjawab, maka yang lainnya akan terbentuk dari kita. Fokus , niat , keikhlasan, motivasi dan lain-lain akan menjadi hadiah dari tanggung jawab itu sendiri. Bayangkan untuk kita sendiri, jika kita bertanggung jawab atas  diri kita , bahwa kita bermimpi untuk menjadikan diri menjadi lebih baik , menjadi yang bisa dibanggakan dan dapat diandalkan, maka akan muncul motivasi untuk mencapai hal-hal tersebut. Motivasi-motivasi yang bersatu menjadi tanggung jawab yang harus kita jaga dan kita laksanakan. Jadi tanggung jawab itu seperti amanah , amanah untuk kita sendiri . Jadikan kita manusia yang bertanggung jawab , yang memantaskan dirinya untuk menjadi sebuah pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.
Segala pemberian dari Yang Kuasa tidak akan pernah kita bisa atur dan kita judge bahwa karunia itu baik atau buruk untuk kita. Yang kita dapatkan itulah yang terbaik, yang terpenting adalah kita yang harusnya melakukan/memberikan yang lebih baik. Dengan menjadikan diri kita sebagai pribadi yang bertanggung jawab, setidaknya untuk diri kita sendiri, niscaya bahwa mimpi , harapan , keinginan yang tinggi sekalipun , akan menjadi cahaya di ujung lorong gelap.

Pada akhirnya tanggung jawab akan memantaskan diri kita , mengarahkan kita menjadi pribadi dengan tujuan yang bermanfaat. 

Tuesday, November 26, 2013

0 comments
            Ilmu dan teknologi adalah instrument yang penting untuk membangun orang-orang yang beradab. Dengan ilmu yang dimiliki, Allah akan mengangkat derajat seorang muslim. Ilmu dan tingkat kecerdasan manusia juga akan sangat menentukan tingkat ekonomi seseorang.Ilmu dan iman adalah ibarat saudara kembar, tidak bisa dipisahkan sehingga dimanapun dilakukan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maka iman harus senantiasa mengikuti. Terlebih lagi agama diturunkan tidak hanya untuk urusan akherat belaka, tetapi juga untuk mengatur urusan manusia di dunia guna meraih akherat.Hal ini dibuktikan dengan banyak terjadi perubahan besar berupa pencapaian luar biasa di bidang sains dan teknologi sejak kedatangan Islam. Islam telah mendorong geliat tradisi keilmuan di kalangan kaum muslim. Mereka menyerap ilmu pengetahuan dari beragam sumber. Islam telah mendorong kaum muslim untuk memperdalam urusan dunianya dengan nash yang jelas sebagaimana hadits Rasulullah SAW tentang “antum a’lamu bi umuriddunya kum” (kamu lebih mengetahui urusan duniamu). Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga sangat mendorong penguasaan ilmu pengetahuan sampai ke negeri China, bahkan tawanan perang Badar diberi kebebasan jika mampu mengajarkan membaca kepada sepuluh orang kaum muslimin. Dampaknya adalah kemajuan dan kebangkitan penyebaran Islam telah mendorong pula kemajuan dalam bidang sains dan teknologi bagi umat manusia.
                   Kerinduan pada suasana kejayaan dan kebangkitan sains dan teknologi di era kejayaan peradaban Islam tersebut telah memberikan dorongan kepada Jakarta Islamic Centre untuk mengkreasikan seminar peradaban Islam dengan tema “Aktualisasi nilai-nilai Keimanan dalam Islam di Dunia Sains dan Teknologi. Seminar yang menghadirkan Dr. Ing Ilham Akbar Habibie, Presidium ICMI Pusat dan Prof. Dr. Ing. Fahmi Amhar selaku penulis dan trainer Technoscience Spiritual Quotient (TSQ). Seminar yang dilaksanakan di Hotel Grand Cempaka pada hari Kamis tanggal 30 Desember 2010 ini menjadi penutup tahun sekaligus penutup rangkaian kegiatan Gema Hijrah 6 – 1432 H yang digagas Jakarta Islamic Centre sebagai persembahan merefleksikan spirit hijrah menyongsong kebangkitan peradaban Islam.
           Kebangkitan peradaban Islam, khususnya di bidang sains dan teknologi adalah sebuah keniscayaan. Indonesia pun memiliki peluang untuk maju, karena potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang memadai. Menurut para ahli, saat ini Indonesia diduga memiliki sekitar 1,3 juta anak-anak dengan kualitas yang luar biasa (CIBI=cerdas istimewa berbakat istimewa). Jika potensi tersebut dimaksimalkan tentu akan menjadi modal awal yang penting untuk menjadikan Indonesia sebagai adidaya baru dengan mengembangkan kemajuan sains dan teknologi.
            Pendidikan menjadi kunci utama untuk mendorong kebangkitan penguasaan sains dan teknologi. Namun sangat disayangkan saat ini minat berlajar kaum muslimin pada bidang sains atau ilmu eksakta agak menurun sehingga berdampak pada ketertinggalan kaum muslimin dibandingkan dengan peradaban barat.Hanya saja untuk menuju kebangkitan tersebut, Fahmi Amhar menyatakan bahwa paling tidak ada tiga hal yang harus dilakukan yaitu, perlu dibangun sikap mental kaum muslimin sendiri yang memang menginginkan kebangkitan tersebut. Selanjutnya harus ada yang mengajak masyarakat agar memiliki energi panas yang sama untuk bangkit. Terakhir, perlu adanya upaya mengontak pihak-pihak pengambil kebijakan sehingga memperkuat arus kebangkitan tersebut.


Tuesday, September 17, 2013

TO CHANGE , TO BE BETTER

0 comments




Assalamu alaikum wr. wb

                                      Kuliah perdana saya untuk mata kuliah Keterampilan Interpersonal atau disingkat KI.  Tidak seperti  mata kuliah lainnya, keterampilan intepersonal bertujuan untuk membangun interpersonal dan intrapersonal. Interpersonal artinya hubungan kita dengan sesama manusia sedangkan intrapersonal adalah hubungan kita dengan diri kita masing-masing. Nah, maka dari itulah terbentuk softskill. Dalam masa penyesuain seperti sekarang , pasti diperlukan keterampilan dalam bersosial , aktif dalam kehidupan sekitar. Menempatkan diri pada tempatnya, dimana kita bisa diterima dan menerima.
                                      Pada pertemuan perdana ini , saya mendapat banyak pencerahan dalam berbagai aspek.  Hal yang normal jika pandangan seseorang terhadap suatu kejadian ataupun masalah secara kasat mata dan menghadapinya dengan normal. Tapi coba kita lihat dari sisi dibaliknya. Contohnya adalah keadaan kita sekarang, kita, saya dan misalnya anda pastilah berbeda. Keadaan setiap orang tidaklah sama. Kita menganggap itu adalah sebuah takdir atau bahkan kita menafsirkan bahwa Tuhan tidak adil pada setiap manusia. Ada yang berusaha namun tidak diberhasil dan ada juga tidak berusaha namun menikmati hasil. Prasangka-prasangka yang akhirnya juga membuat kita tersesat kepemikiran yang selalu menyalahkan.
                                      Sebelum hal itu terjadi, cobalah kita tenang sebentar dan hening untuk berpikir lebih mendalam akan segala sesuatunya. Bahwa segala yang diberi adalah suatu amanah, suatu kepercayaan , tanggung jawab yang diberikan untuk kita dan pasti tanggung jawab itu kita dapatkan karena adanya rasa mampu pada diri kita untuk menjalankannya. Maka sadarilah bahwa apa yang diberi tuhan itu adalah yang terbaik. Cobalah untuk terus memperbaiki diri , berusaha untuk menjadi “mampu” agar kita lebih menjadi yang lebih bekerja keras dan berpikir positif. Teruslah belajar untuk menjadi yang lebih baik karena menjadi yang terbaik bukanlah segalanya namun berusahalah menjadi yang lebih baik dari sebelumnya.
Sekian dari saya, semoga bermanfaat.
Wassalamu alaikum wr. wb
 

First Thing First Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template